MIND ID Kantongi Rp277 Miliar dari Dividen Vale Indonesia; Kinerja Solid Jadi Katalis

EinsNews, Jakarta — Holding BUMN industri pertambangan MIND ID dipastikan menerima jatah dividen sebesar Rp277,17 miliar dari PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten tambang nikel tersebut menyetujui pembagian dividen tunai total senilai US$45,63 juta. Jumlah itu setara dengan rasio pembayaran 60% dari laba bersih INCO sepanjang 2025, atau sekitar Rp815,08 miliar menggunakan kurs JISDOR Rp17.863 per dolar AS. Sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 34% saham, MIND ID mengantongi porsi dividen yang signifikan.

Keputusan dividen ini didorong oleh kinerja solid INCO sepanjang 2025. Perusahaan mencatat kenaikan laba bersih sebesar 32% year-on-year (YoY), ditopang pendapatan yang tumbuh 4% menjadi US$990 juta serta EBITDA sebesar US$228 juta. Efisiensi biaya tunai nikel matte yang terjaga di tengah volatilitas pasar turut memperkuat profitabilitas. Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa di tengah tantangan industri global, perseroan mampu menjaga operasional yang solid dan memperkuat posisi sebagai penyedia nikel rendah karbon bagi transisi energi global.

Dividen tunai akan didistribusikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 12 Juni 2026, dengan pembayaran dijadwalkan selesai pada 26 Juni tahun yang sama. Sisa laba bersih setelah dividen dialokasikan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi, termasuk proyek-proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang sedang berjalan. Langkah ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek jangka panjang nikel Indonesia sebagai komoditas kritis transisi energi.

Dari sisi pasar, aksi korporasi ini memperkuat sentimen positif terhadap saham INCO yang selama setahun terakhir menunjukkan tren naik seiring kenaikan harga nikel dan permintaan baterai kendaraan listrik. Bagi MIND ID, tambahan pendapatan dividen ini menjadi sumber kas yang dapat digunakan untuk mendanai proyek hilirisasi atau investasi strategis lainnya di sektor pertambangan. Ke depannya, kelanjutan proyek HPAL dan stabilitas operasional akan menjadi kunci bagi Vale Indonesia untuk mempertahankan dividend payout ratio yang kompetitif.