Kioxia Holdings, salah satu produsen memori flash terkemuka global, baru-baru ini merevisi naik proyeksi permintaannya untuk tahun fiskal 2025. Langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap pemulihan pasar semikonduktor yang lebih kuat dari perkiraan awal, terutama didorong oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kapasitas pusat data.
Keputusan perusahaan untuk menaikkan estimasi permintaan memicu aksi beli saham Kioxia di bursa Tokyo, di mana harga sahamnya tercatat melonjak 7% dalam sehari. Pergerakan ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa sektor penyimpanan data memasuki fase pertumbuhan baru setelah periode penurunan permintaan global akibat normalisasi pasca-pandemi.
Analis menilai bahwa ledakan kebutuhan memori flash NAND dari aplikasi AI generatif menjadi katalis utama. Model-model AI membutuhkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar untuk menampung data pelatihan dan inferensi, sehingga mendorong permintaan chip memori berkinerja tinggi. Selain itu, transformasi digital di berbagai industri turut memperkuat fundamental bisnis Kioxia.
Kenaikan proyeksi ini juga dipandang sebagai indikasi bahwa rantai pasok semikonduktor telah mulai membaik, setelah sebelumnya mengalami kelebihan pasokan (oversupply) yang menekan harga. Dengan perbaikan permintaan dan pengelolaan kapasitas produksi yang lebih disiplin, margin keuntungan emiten memori flash diprediksi akan pulih secara bertahap dalam beberapa kuartal mendatang.
Para pelaku pasar kini menanti apakah langkah Kioxia akan diikuti oleh pesaing seperti Samsung dan Micron. Jika tren positif ini berlanjut, sektor memori global berpotensi memasuki siklus bullish baru yang dapat menjadi pendorong utama kinerja indeks saham teknologi di Asia.