EinsNews, JAKARTA – Aktivitas investor asing di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (2/6) mencatatkan penurunan volume penjualan bersih (net sell) yang cukup tajam. Setelah menembus angka 1,65 miliar lembar pada akhir pekan lalu, net sell asing hari ini hanya mencapai 777,79 juta lembar. Penurunan ini mencerminkan meredanya tekanan jual dari pelaku pasar asing di awal pekan.
Volume transaksi asing secara keseluruhan juga terkontraksi signifikan. Total volume pembelian asing (foreign buy) merosot dari 17,80 miliar lembar menjadi 6,05 miliar, sementara volume penjualan (foreign sell) turun dari 19,45 miliar menjadi 6,83 miliar lembar. Data ini mengindikasikan minat beli dan jual asing yang lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya, seiring pelaku pasar mencermati sentimen domestik dan global.
Di sisi akumulasi, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling banyak dibeli asing (top net buy) dengan volume bersih 213,06 juta lembar. Pembelian asing mencapai 233,86 juta, sedangkan penjualan hanya 20,79 juta. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul dengan net buy 89,31 juta lembar, diikuti PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar 61,50 juta, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 54,04 juta, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 44,98 juta lembar.
Sementara itu, saham yang paling banyak dilego asing (top net sell) adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan volume jual bersih 142,28 juta lembar. Disusul PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA) yang mencatat net sell 136,66 juta, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 121,94 juta, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) 86,36 juta, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 77,46 juta lembar. Pelepasan ini menunjukkan investor asing tengah melakukan rotasi portofolio ke sektor-sektor yang dianggap lebih prospektif.