Pasar saham sektor perangkat lunak kembali mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir. Volatilitas tinggi dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin nyata, terutama setelah sejumlah raksasa teknologi mengumumkan percepatan adopsi AI generatif. Analis menilai tekanan ini menjadi sinyal pergeseran fundamental di industri, di mana perusahaan software tradisional dinilai rentan tergerus oleh efisiensi yang ditawarkan model AI terbaru.
Di tengah ketidakpastian tersebut, kabar mengenai rencana initial public offering (IPO) Anthropic — perusahaan AI yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI — kian menguat. Sumber pasar menyebutkan bahwa persiapan penawaran saham perdana Anthropic telah memasuki tahap lanjutan, dengan target valuasi yang disebut-sebut melampaui US$30 miliar. Langkah ini diprediksi akan menjadi ujian sentimen pasar terhadap sektor AI, sekaligus menjadi katalis baru bagi saham-saham teknologi.
Bagi investor saham, dinamika ini menghadirkan dilema klasik antara risiko disruptif dan peluang pertumbuhan. Di satu sisi, aksi jual pada saham software legacy seperti Salesforce, Adobe, dan Workday menunjukkan kekhawatiran akan margin bisnis yang tergerus. Di sisi lain, saham-saham AI seperti Nvidia dan CrowdStrike tetap mencatat penguatan. Analis EinsNews menyarankan investor untuk mencermati portofolio mereka secara selektif, dengan fokus pada perusahaan yang memiliki strategi integrasi AI yang jelas.
Kehadiran IPO Anthropic dalam waktu dekat diperkirakan akan menjadi katalis penting bagi sektor ini. Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin gelombang IPO startup AI lainnya akan mengikuti. Sebaliknya, jika valuasi terlalu tinggi dan pasar menunjukkan resistensi, tekanan pada saham software bisa berlanjut. Para pelaku pasar disarankan untuk memantau prospektus awal Anthropic yang diperkirakan dirilis dalam beberapa pekan mendatang guna mengukur arah industri ke depan.