Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Juni 2026 dengan performa positif, ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11% ke level 6.195,42 pada Senin (2/6/2026). Pergerakan indeks sempat mencapai level tertinggi harian di 6.264, namun aksi ambil untung pada sesi kedua memangkas penguatan hingga menyentuh titik terendah intraday di 6.143 sebelum kembali ditutup hijau. Volume transaksi tercatat tinggi dengan 31,15 miliar saham diperdagangkan, frekuensi 2,57 juta kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp25,39 triliun.
Meskipun indeks berhasil menghijau, tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham individu. Sebanyak 389 saham melemah, sementara 281 saham menguat, dan 147 saham lainnya stagnan. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih terbelah, di mana optimisme penguatan indeks belum sepenuhnya merata ke seluruh sektor.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin kenaikan dengan menguat 3,05% ke Rp3.040, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 2,21% ke Rp4.170, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,19% ke Rp5.825, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 1,62% ke Rp3.760. Rebound ini menjadi katalis signifikan yang menopang indeks tetap berada di zona hijau hingga akhir perdagangan.
Di tengah penguatan pasar, saham-saham Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali mencuri perhatian investor. Saham-saham emiten grup tersebut mencatatkan lonjakan harga yang tajam sejak pembukaan, menandakan minat beli yang kuat. Fenomena ini menunjukkan bahwa investor masih optimistis terhadap prospek bisnis grup, meskipun volatilitas pasar masih tinggi.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG awal Juni mencerminkan pemulihan setelah tekanan akhir pekan lalu, didorong oleh rebound sektor perbankan dan aksi beli pada saham-saham unggulan. Namun, dominasi saham yang melemah dan aksi ambil untung mengindikasikan bahwa pasar masih rentan terhadap koreksi jangka pendek. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham perbankan dan Grup Barito sebagai indikator sentimen pasar ke depan.