INCO Bagikan Dividen US$45,63 Juta, Rasio Pembayaran Capai 60% dari Laba 2025

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar US$45,63 juta, setara dengan sekitar Rp814,31 miliar, kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (2/6). Dividen akan diberikan kepada investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 12 Juni 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 26 Juni 2026.

Rasio pembayaran dividen ini mencapai 60% dari total laba bersih yang dibukukan INCO pada tahun buku 2025. Sisa keuntungan bersih sebesar 40% akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan, sebagaimana diungkapkan oleh manajemen perusahaan dalam siaran resminya. Langkah ini menunjukkan komitmen INCO dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham, sambil tetap mempertahankan modal untuk ekspansi.

Kinerja keuangan INCO sepanjang 2025 tercatat positif. Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan pertambangan nikel ini membukukan laba bersih US$75,89 juta, melonjak 33,53% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$56,83 juta. Pencapaian ini terjadi di tengah tekanan harga nikel matte yang rata-rata turun 7% menjadi US$12.157 per ton, dari sebelumnya US$13.086 per ton. Koreksi harga tersebut, menurut Direktur & CFO INCO Rizky Putra, berhasil diimbangi oleh peningkatan payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli 2025, serta volume pengiriman yang lebih tinggi.

Dari sisi operasional, peningkatan payability ini menjadi katalis utama pendapatan perusahaan di tengah lingkungan harga yang melemah. Manajemen INCO optimistis strategi efisiensi dan optimalisasi produksi akan terus mendorong pertumbuhan laba, meskipun volatilitas harga komoditas nikel masih menjadi tantangan. Para analis pasar saham menilai bahwa kebijakan dividen yang agresif ini dapat mendukung sentimen positif terhadap saham INCO, terutama bagi investor yang mengincar pendapatan pasif.

Ke depan, investor akan mencermati perkembangan harga nikel global dan kebijakan hilirisasi di dalam negeri yang dapat mempengaruhi kinerja INCO. Dengan dividen yang telah diputuskan, INCO menegaskan posisinya sebagai emiten tambang yang mampu memberikan nilai tambah konsisten di tengah fluktuasi industri.