Alphabet, induk perusahaan Google, mengumumkan rencana penggalangan dana hingga $80 miliar melalui penawaran saham guna memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mereka. Langkah ini mencakup penjualan saham senilai $10 miliar kepada Berkshire Hathaway, menunjukkan skala ambisius investasi di sektor AI. Keputusan ini diambil di tengah persaingan ketat dengan Microsoft dan Amazon dalam mengembangkan teknologi AI generatif.
Meskipun penggalangan dana ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan jangka panjang Alphabet, sejumlah investor mulai menyuarakan kekhawatiran terkait potensi dilusi saham. Penambahan pasokan saham baru dapat menekan harga saham eksisting, terutama jika permintaan pasar tidak sebanding. Analis memperkirakan bahwa Alphabet harus menyeimbangkan antara kebutuhan modal besar untuk AI dan dampak jangka pendek terhadap pemegang saham.
Dari sisi bisnis, ekspansi ini diproyeksikan memperkuat dominasi Google Cloud dan layanan AI seperti Bard. Alphabet juga berencana mengalokasikan dana untuk akuisisi startup AI dan pembangunan pusat data baru. Namun, investor disarankan mencermati strategi penggunaan dana secara detail dalam prospektus penawaran saham yang akan dirilis.
Langkah ini juga memicu reaksi pasar yang bervariasi. Beberapa analis menilai bahwa investasi besar di AI merupakan langkah tak terelakkan untuk mempertahankan posisi kompetitif. Namun, kekhawatiran akan dilusi saham membuat sejumlah institusi keuangan menahan diri dari pembelian saham baru hingga kejelasan lebih lanjut. Alphabet diperkirakan akan menyelesaikan proses penggalangan dana dalam dua kuartal mendatang.