Dividen Vale Indonesia Melonjak 32% di Tengah Kinerja Solid dan Ekspansi Hilirisasi

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025, atau setara US$45,6 juta. Angka ini melonjak 32% dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang hanya US$34,6 juta. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara hybrid pada Selasa (2/6/2026). Dividen akan didistribusikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 12 Juni 2026, dan dibayarkan pada 26 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 akan dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan bisnis perseroan.

Sepanjang 2025, emiten yang tergabung dalam holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID ini membukukan laba bersih sebesar US$76 juta, tumbuh 32% year-on-year. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan yang naik 4% menjadi US$990 juta, EBITDA yang mencapai US$228 juta, serta biaya tunai per unit nikel matte yang tetap terkendali. Capaian ini menunjukkan ketahanan operasional Vale di tengah tekanan industri global dan volatilitas harga komoditas.

Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa dividen yang dinaikkan mencerminkan kepercayaan perseroan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global. “Kami akan terus fokus pada praktik pertambangan terbaik, hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi. Proyek HPAL (High Pressure Acid Leach) yang tengah berjalan menjadi pilar strategis dalam transformasi Vale menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain membagikan dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris. Pengunduran diri Wakil Presiden Komisaris Emily Olson dan Komisaris Christopher McCleave diterima, dan sebagai gantinya ditunjuk Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris serta Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan sebagai Komisaris. Susunan direksi tetap dipimpin oleh Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan CEO, dengan Abu Ashar sebagai Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer. Restrukturisasi ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola perusahaan dalam mengakselerasi hilirisasi nikel dan memperluas kontribusi Vale terhadap ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.