Emiten pelayaran PT Temas Tbk (TMAS) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 228 miliar kepada para pemegang saham. Jumlah tersebut setara dengan Rp 4 per lembar saham atau sekitar 40% dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2025. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta.
Direktur Utama TMAS Ricky Effendi menjelaskan bahwa kebijakan dividen perusahaan menetapkan rasio pembayaran sebesar 30% dari laba bersih jika laba melebihi Rp 30 miliar. Namun, untuk tahun buku 2025, rasio yang dibagikan lebih tinggi dari kebijakan tersebut. Perusahaan optimistis dapat melanjutkan strategi bisnis pada 2026, termasuk penambahan dan peremajaan armada serta pengembangan kapal yang lebih ramah lingkungan.
Sepanjang 2025, TMAS menambah tujuh kapal baru secara neto, meningkatkan kapasitas angkutan sebesar 17%. Total armada kini mencapai 57 kapal dengan kapasitas 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 ton. Rata-rata usia armada juga membaik menjadi 13 tahun pada 2025, dari sebelumnya 15 tahun pada 2023.
Dari sisi kinerja keuangan, TMAS membukukan pendapatan jasa Rp 4,34 triliun pada 2025, naik tipis 0,1% dibanding 2024. Pertumbuhan didorong segmen domestik yang naik 2,5% menjadi Rp 4,13 triliun. Namun, laba bersih turun 23,3% menjadi Rp 553 miliar akibat tidak berulangnya keuntungan pelepasan aset tetap dan tekanan harga bahan bakar. Meski demikian, total aset perusahaan menguat 19,9% menjadi Rp 5,29 triliun, menandakan fundamental yang solid.