Produsen nikel terintegrasi, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada awal pecan ini. Seluruh enam agenda rapat disetujui pemegang saham, termasuk alokasi dividen sebesar US$45,64 juta yang setara dengan 60% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini menegaskan kembali disiplin keuangan perusahaan di tengah tekanan harga nikel global.
Kinerja keuangan INCO sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan operasional yang solid. Laba bersih berhasil meningkat 32% menjadi US$76 juta, didorong pertumbuhan pendapatan 4% menjadi US$990 juta. EBITDA tercatat US$228 juta, sementara unit cash cost of sales nikel matte tetap terjaga. Capaian ini menjadi dasar pembagian dividen yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
RUPST juga menyetujui perubahan komposisi pengurus untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas. Langkah ini dinilai penting dalam menjawab tantangan industri mineral kritis serta memastikan kesinambungan transformasi dan pengembangan proyek-proyek strategis perusahaan. Selain itu, pemegang saham memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi bagi pengurus tahun buku 2026.
Dalam aspek tata kelola, rapat menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers) sebagai auditor independen untuk laporan keuangan tahun buku 2026. Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa di tengah tantangan industri global, INCO mampu menjaga kinerja operasional dan memperkuat profitabilitas. Ia menambahkan, perseroan terus melanjutkan transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.