PT Temas Tbk (TMAS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp226,20 miliar setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dividen ini setara dengan Rp4 per saham, dengan yield mencapai 3,33% berdasarkan harga saham penutupan terakhir di Rp120 per unit. Keputusan ini mencerminkan komitmen emiten pelayaran untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah volatilitas sektor logistik.
Manajemen menyatakan sisa laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp324,60 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Langkah ini menunjukkan strategi konservatif perusahaan dalam menjaga likuiditas dan mendanai ekspansi ke depan. Namun, kinerja fundamental TMAS menunjukkan tren penurunan laba bersih yang signifikan, dari Rp673,36 miliar pada 2024 menjadi Rp499,23 miliar pada 2025—menyusut 25,8%.
Dari sisi pendapatan, realisasi top line sepanjang 2025 tercatat Rp4,34 triliun, hampir stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan hanya 0,09% secara tahunan, mengindikasikan tekanan pada volume bisnis jasa pelayaran akibat normalisasi tarif angkut dan meningkatnya kompetisi. Investor perlu mencermati kemampuan TMAS dalam mempertahankan margin di tengah biaya operasional yang cenderung naik.
Meskipun dividen kali ini cukup menarik secara yield, penurunan laba dan pertumbuhan pendapatan yang flat bisa menjadi sinyal kehati-hatian. Saham TMAS yang sempat naik 1,69% pada sesi perdagangan terakhir mencerminkan optimisme jangka pendek, namun fundamental jangka panjang masih memerlukan akselerasi kinerja untuk memulihkan profitabilitas.