Saham-saham supermajor AS seperti Chevron, Exxon, dan Occidental telah naik tajam pada tahun 2026 berkat laba yang kuat dan peningkatan harga minyak. Kenaikan tersebut memasukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke dalam tren cenderung turun selama periode perdagangan dari 29 Juni hingga 3 Juli, dengan IHSG menurun sekitar 0,35% menjadi 5.875,78 pada akhir periode tersebut dari level awal yang lebih tinggi di awal minggu.
Meskipun demikian, tren ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti potensi Venezuela meninggalkan OPEC dan berpotensi mengubah cadangan minyak AS. Chevron, dalam hal ini, telah menambah sahamnya ke operasi minyak Venezuela yang telah memberikan manfaat awal untuk perusahaan tersebut, membedakan diri dari rival lain di sektor.
Sementara itu, berita mengenai PepsiCo naikkan dividen kuartalan mereka menjadi $1,48 per saham, menambah kepercayaan investor pada stabilitas bisnis perusahaan. ESSA Industries Indonesia Tbk juga memberikan dividen bernilai tinggi untuk tahun 2026, setelah mengungguli supermajor minyak lain dalam kenaikan harga sahamnya di tahun yang sama.
Namun, tren ini tidak tanpa risiko. Ada pertanyaan tentang bagaimana perubahan aspek geopolitik seperti Venezuela akan berdampak pada persaingan dan laba di sektor minyak, serta bagaimana dividen dari saham-saham supermajor dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** CHEV, XOM, OXY
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 28 Agustus 2026 21:07:50 WIB*