Kospi Menguat Tipis 0,15% di Tengah Aksi Ambil Untung dan Tekanan Jual Asing

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea mencatatkan kenaikan tipis pada Selasa (2/6/2026), ditutup menguat 13,11 poin atau 0,15 persen ke level 8.801,49. Pergerakan indeks sempat melemah di awal sesi akibat aksi ambil untung para investor, namun kemudian berhasil rebound dan berakhir di zona hijau. Volume perdagangan tercatat mencapai 626,03 juta saham dengan nilai transaksi sebesar 67,5 triliun won atau setara sekitar 44,4 miliar dolar AS. Meski indeks menguat, jumlah saham yang turun (635 saham) masih lebih banyak dibandingkan saham yang naik (269 saham).

Menurut analis pasar, volatilitas yang terjadi dipicu oleh aksi ambil untung yang agresif, terutama dari investor asing yang terus melakukan aksi jual pada saham-saham yang sebelumnya mengalami lonjakan signifikan. Investor institusi dan ritel justru menyerap tekanan jual tersebut dengan membukukan pembelian bersih masing-masing sebesar 242,27 miliar won dan 6,34 triliun won. Sementara itu, investor asing melepas saham senilai total 6,59 triliun won sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan saham individual beragam. Samsung Electronics melesat 3,3 persen, sementara SK Hynix terkoreksi tipis 0,13 persen. Sektor otomotif tertekan dengan saham Hyundai Motor turun 2,8 persen dan Samsung Electro-Mechanics anjlok 9,58 persen. Di sisi lain, saham operator portal Naver dan Doosan Robotics masing-masing melonjak 3,31 persen dan 20,45 persen, didorong sentimen rencana kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Korea Selatan. Saham Samsung Life Insurance juga meroket 17,07 persen setelah Bank of Korea memberikan sinyal kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Sebaliknya, saham Hanwaha Aerospace terjun 5,98 persen akibat insiden ledakan yang memaksa penghentian operasi pabrik di Daejeon.

Di pasar valuta asing, won melemah terhadap dolar AS, turun 13 won menjadi 1.517,3 won per dolar AS. Secara lebih luas, bursa Asia umumnya bergerak positif dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,74 persen. Bursa Australia (S&P/ASX 200) berakhir hampir datar, sedangkan bursa Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina menguat. Bursa Malaysia libur, sementara Shanghai Composite di Tiongkok ditutup naik 0,43 persen ke 4.075,1.