Anwar Ibrahim: Potensi Kerugian Investasi BWPT di Indonesia Dapat Mencapai Rp9 T

Bursa saham Indonesia masih mengalami peningkatan setelah penyedia indeks global MSCI menunda evaluasi status pasar. Namun, penundaan ini belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor. Sementara itu, Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto agar menindaklanjuti masalah investasi Federal Land Development Authority (FELDA) di PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT). Menurut Anwar, potensi kerugian yang mungkin timbul dari investasi BWPT bisa mencapai RM2,5 miliar, sementara dana yang mungkin dapat dipulihkan hanya sekitar RM200 juta. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa transaksi antar pemegang saham BWPT merupakan proses jual-beli saham, dan tidak langsung terkait dengan emiten tersebut. Namun, BWPT menolak dikaitkan dengan klaim kerugian FELDA sebesar Rp9 triliun yang disampaikan Anwar. Perusahaan perkebunan sawit PT Pinago Utama Tbk., yang dikenal sebagai PNGO, juga berada dalam kasus investasi FELDA dan telah menerima nama baru menjadi AEP Pinago Plantations Tbk. Keputusan ini menandakan bahwa transaksi tersebut sudah ditutup dengan persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BWPT

*Tanggal Source Berita: Jumat, 28 Agustus 2026 13:53:00 WIB*