Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 24,02%

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalami lonjakan harga saham signifikan usai rumor akuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh penguasa asal Kalimantan Selatan Haji Isam. Perusahaan milik Low Tuck Kwong ini telah mencatat peningkatan hingga 24,02% dalam satu bulan terakhir, di tengah spekulasi rumor rencana akuisisi/pengambilalihan mayoritas saham perseroan.

Dalam sepekan terakhir, saham BYAN terkoreksi sekitar 7,42% dan secara year to date melemah 4,62%. Meskipun demikian, kinerja harga saham produsen batu bara berkapitalisasi pasar jumbo ini tumbuh pesat 50,88% dalam tiga bulan terakhir. Fluktuasi harga saham BYAN mencerminkan tingginya antisipasi dan respons pasar atas spekulasi perubahan pengendalian di tubuh raksasa batu bara tersebut.

Perusahaan milik Low Tuck Kwong ini menghadapi tantangan serius dengan rumor akuisisi oleh konsorsium yang dipimpin Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Berdasarkan data IDX Mobile, saham BYAN ditutup turun 0,17% ke level Rp14.975 per saham pada akhir sesi perdagangan Jumat (28/8/2026). Gerakan harga saham BYAN mengalami peningkatan signifikan usai rumor tersebut muncul.

Perusahaan ini telah mencatat peningkatan hingga 18,75% usai rumor akuisisi oleh Haji Isam diungkapkan. Dalam sepekan terakhir, harga saham BYAN terkoreksi sekitar 7,42% dan secara year to date melemah 4,62%. Namun, kinerja harga saham produsen batu bara berkapitalisasi pasar jumbo ini telah tumbuh pesat 50,88% dalam tiga bulan. Fluktuasi harga saham BYAN mencerminkan tingginya antisipasi dan respons pasar atas spekulasi perubahan pengendalian di tubuh raksasa batu bara tersebut.

Konsorsium yang dipimpin oleh Haji Isam disebut-sebut sebagai salah satu calon pembeli potensial. Jika transaksi ini terealisasi, aksi korporasi tersebut akan menjadi salah satu kesepakatan bisnis pertambangan terbesar di Indonesia dan menandai berakhirnya era kepemimpinan Low Tuck Kwong di Bayan Resources.

Transaksi ini memiliki nilai transaksi yang diperkirakan berkisar antara US$6 miliar hingga US$8 miliar, jauh di bawah valuasi pasar BYAN saat ini yang mencapai US$28 miliar. Kendati demikian, manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi ke BEI per 18 Agustus menyatakan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham oleh Haji Isam maupun pihak terafiliasinya. Namun, pemegang saham pengendali mengindikasikan tetap terbuka terhadap peluang yang dapat memaksimalkan nilai investasi mereka.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BYAN
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Jumat, 28 Agustus 2026 13:04:52 WIB*