IHSG Turun ke Level 6.405 Saat Aksi Korporasi Emiten Marak

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan terkoreksi 1,48 persen menuju posisi 6.405,69 pada Rabu (26/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Penurunan indeks terjadi seiring pergerakan dinamis pada deretan saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Sejumlah saham berhasil melaju di zona hijau, seperti EMAS yang menguat 4,58 persen, MDKA bertambah 2,03 persen, serta BYAN yang naik 1,49 persen. Namun, tekanan dari penurunan BBRI sebesar 1,57 persen, AMMN yang melemah 2,44 persen, hingga BRPT yang terkoreksi 5,91 persen menahan laju IHSG.

Aksi pelepasan saham oleh investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp201,10 miliar pada pasar reguler. Meski demikian, akumulasi seluruh pasar menunjukkan investor asing masih membukukan pembelian bersih sebesar Rp1,37 triliun.

Pelemahan melanda seluruh atau 11 sektor saham yang ada di bursa. Sektor Transportasi & Logistik mencatatkan penurunan terunduk mencapai 4,15 persen, diikuti sektor Kesehatan yang terkoreksi tipis 0,73 persen.

Sentimen pasar domestik terpengaruh oleh perhatian pelaku pasar terhadap dinamika aksi demonstrasi. Kondisi ini sejalan dengan penurunan indeks MSCI Indonesia sebesar 1,06 persen serta koreksi ETF EIDO sebesar 2,27 persen. Di pasar global, bursa Amerika Serikat juga ditutup melemah, dengan Dow Jones menyusut 0,21 persen ke level 53.463, Nasdaq berkurang 0,08 persen ke 26.130, dan S&P 500 tergerus 0,02 persen ke 7.675.

Di tengah tekanan pasar modal, beberapa emiten mengumumkan perkembangan kinerja operasional dan rencana strategis perusahaan.

Capaian nilai kontrak baru WEGE menembus Rp775 miliar hingga Agustus 2026. Angka tersebut melonjak 568 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan perolehan Rp116 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah menjadi kontributor terbesar porsi kontrak baru dengan menyumbang 83 persen, sementara BUMN berkontribusi 17 persen. Jika dikelompokkan berdasarkan jenis pengerjaan, proyek fasilitas publik mendominasi sebesar 63 persen dan proyek komersial/residential sebesar 37 persen.

Kondisi keuangan WEGE mencatat rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,98 kali per Juni 2026, dengan interest-bearing debt ratio berada pada angka 0,07 kali. Perusahaan tercatat bersih dari liabilitas obligasi maupun sukuk.

Guna mengoptimalkan struktur modal, WEGE menyiapkan rencana pelepasan dan optimalisasi aset dengan perkiraan nilai lebih dari Rp1 triliun. Aset yang masuk dalam skema ini mencakup Men… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 08:49:24 WIB*