Singtel Lepas Seluruh Kepemilikan di Superbank, Restrukturisasi Internal Jadi Dalang

EinsNews, Jakarta — Singtel Alpha Investments Pte. Ltd., anak usaha raksasa telekomunikasi asal Singapura, memutuskan untuk melepas seluruh kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) atau Superbank. Aksi divestasi besar-besaran ini efektif dilakukan pada 29 Mei 2026, menandai berakhirnya keterlibatan Singtel di bank digital yang dikendalikan oleh Emtek Group bersama Grab tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Singtel Alpha melego sebanyak 2,49 miliar saham SUPA, setara dengan 7,36% dari total saham yang beredar. Dengan harga jual Rp 326 per saham, perusahaan meraup dana segar sekitar Rp 812,98 miliar dari transaksi ini. Setelah penjualan tersebut, kepemilikan Singtel Alpha di Superbank menjadi nihil.

Manajemen Singtel Alpha menyatakan bahwa tujuan dari aksi ini adalah restrukturisasi internal. Meskipun tidak dijelaskan lebih rinci, langkah ini menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar terkait strategi jangka panjang Singtel di sektor fintech Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2023, Singtel bersama Grab mengakuisisi sekitar 2,4 miliar saham baru Bank Fama senilai US$ 70 juta, yang kemudian berubah nama menjadi Superbank pada Februari 2023 untuk memperkuat layanan digital.

Superbank resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025, dan hingga saat ini kinerja sahamnya masih menjadi perhatian investor. Divestasi penuh Singtel ini dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap SUPA, mengingat Singtel merupakan salah satu pemilik strategis awal yang turut mendorong transformasi bank tersebut menjadi pemain digital terintegrasi melalui Grab dan OVO.

Dengan keluarnya Singtel, struktur kepemilikan Superbank kini semakin terkonsolidasi di tangan Emtek Group dan Grab. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penyederhanaan portofolio investasi Singtel, namun tetap menjadi sinyal yang perlu dicermati oleh investor yang memantau perkembangan sektor bank digital di Indonesia.