MKNT siapkan PMTHMETD Rp1,02 triliun, pengendali baru masuk

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyiapkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 1,024 triliun saham baru seri B.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/8), MKNT akan menerbitkan 822,925 juta saham seri B melalui konversi utang kreditur, 156,49 juta saham melalui setoran tunai MCP, dan 200 juta saham kepada lima investor independen. Seluruh saham baru memiliki nilai nominal Rp1 per saham.

Konversi utang mencakup kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) sebesar Rp668 miliar dan utang kepada PT Mantra Capital Persadan (MCP) sebesar Rp154,925 miliar. Kedua utang tersebut jatuh tempo pada 31 Agustus 2026.

Rencana PMTHMETD dilakukan saat kondisi keuangan MKNT masih tertekan. Perseroan mencatat modal kerja bersih negatif Rp831,92 miliar dan ekuitas negatif Rp9,14 miliar. Total liabilitas mencapai Rp835,23 miliar, melampaui total aset Rp826,09 miliar.

Setelah PMTHMETD, MKNT memperkirakan liabilitas berkurang Rp822,93 miliar dan aset bertambah Rp201,56 miliar. Modal ditempatkan dan disetor juga meningkat Rp1,024 miliar. Namun, aksi korporasi ini membuat pemegang saham lama terdilusi 99,46%.

PMTHMETD juga akan mengubah struktur pengendalian MKNT. HBEH akan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 668 juta saham seri B setelah aksi korporasi tersebut terlaksana.

Perubahan pengendalian dilakukan dalam rangka memperbaiki posisi keuangan perseroan. Dengan demikian, HBEH sebagai calon pengendali baru tidak wajib melakukan penawaran tender wajib.

MKNT juga meminta persetujuan pemegang saham untuk mengubah nama perseroan menjadi PT Remitra Global International Tbk. Perseroan akan memperluas kegiatan usaha sebagai perusahaan holding yang mengelola anak usaha di sektor manufaktur baja dan budidaya tambak udang.

Ekspansi tersebut menyusul pengambilalihan 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS) senilai Rp668,01 miliar dan 99,99% saham PT Radja Udang Malingping (RUM) senilai Rp156,49 miliar pada 29 Mei 2026.

CBS bergerak di industri manufaktur baja, sedangkan RUM menjalankan usaha di bidang perikanan dan budidaya tambak udang.

MKNT akan menggunakan setoran tunai MCP untuk melunasi pembelian saham RUM. Sementara itu, dana Rp200 miliar dari lima investor independen akan digunakan sebagai modal usaha CBS dan RUM.

Bidik Pendapatan Rp1,97 Triliun pada 2030

MKNT memproyeksikan pendapatan konsolidasian naik dari sekitar Rp1,20 triliun pada 2026 menjadi Rp1,97 triliun pada 2030. Laba tah… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 10:30:00 WIB*