MEJA Gelar RUPSLB Agustus 2026 untuk Peningkatan Modal dan Akuisisi TCP

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), salah satu perusahaan besar Indonesia, telah mengumumkan rencana aksi korporasi melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana ini termasuk peningkatan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi sekitar Rp208,65 miliar dan akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Penyetujuan dari para pemegang saham telah diterima, memperkuat agenda transformasi perseroan yang berfokus pada perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk. Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pertama untuk hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ini direncanakan akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Manajemen MEJA memperkirakan seluruh rangkaian perubahan kegiatan usaha, pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dan akuisisi PT Trimata Coal Perkasa dapat dilaksanakan pada kuartal IV-2026. Mengakui bahwa proses ini membutuhkan waktu dan perhatian yang cukup, Manajemen MEJA telah mengumumkan indikasi harga pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dalam rentang Rp450 hingga Rp550 per saham. Mengingat kondisi pasar modal dan aturan yang berlaku, angka tersebut masih berpotensi menyesuaikan dengan hasil evaluasi independen dan pengujian tuntas. Sebagai langkah selanjutnya, MEJA telah mempersiapkan penyelenggaraan RUPSLB kedua untuk mengajukan restu akhir dari pemegang saham terkait rencana perubahan kegiatan usaha, hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dan akuisisi PT Trimata Coal Perkasa.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** MEJA
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Rabu, 26 Agustus 2026 15:46:17 WIB*