Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Saham SWAP milik PT Swayasa Prakarsa Tbk masih dalam masa book building hingga 27 Agustus 2026. Di balik cerita hilirisasi riset UGM yang menarik, ada satu angka yang bikin banyak investor mengernyitkan dahi: valuasinya.
Berdasarkan prospektus resmi, rasio price to earning (PER) saham ini tembus di atas 100 kali. Angka ini jauh melampaui rata-rata emiten sejenis di sektor kesehatan.
Mengacu prospektus yang dirilis 23 Agustus 2026, posisi keuangan Swayasa per 28 Februari 2026 tercatat sebagai berikut. Total aset Perseroan sebesar Rp31,78 miliar.
Liabilitas tercatat Rp14,46 miliar, sementara total ekuitas mencapai Rp17,31 miliar. Angka ini menjadi basis perhitungan valuasi buku saham SWAP.
Sebelum IPO, jumlah saham Perseroan tercatat sekitar 743 juta lembar. Setelah IPO rampung, jumlah saham beredar bertambah menjadi 1,066 miliar lembar usai penerbitan 323 juta saham baru.
Perlu diluruskan, “saham beredar” sebelum IPO bukan berarti sudah diperdagangkan di bursa. Istilah ini merujuk pada total saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh kepada pemegang saham Perseroan saat masih berstatus perusahaan tertutup.
Berdasarkan prospektus, mayoritas saham SWAP sebelum IPO dikuasai PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM). Perusahaan holding dan investasi UGM ini berstatus pemegang saham pengendali.
*Nilai nominal dihitung dari harga par Rp20 per saham, bukan estimasi harga pasar.
Usai penerbitan 323 juta saham baru untuk publik, seluruh pemegang saham lama otomatis terdilusi persentasenya. Jumlah lembar saham mereka tidak berkurang, hanya porsi kepemilikannya yang mengecil.
*Estimasi nilai dihitung dari jumlah saham dikalikan rentang harga penawaran Rp130-Rp140, bukan angka resmi dari prospektus.
GMUM tetap menjadi pemegang saham pengendali meski persentasenya turun dari 97,16 persen menjadi 67,72 persen. UGM sebagai pemilik utama ekosistem turut menegaskan komitmen tidak melepas pengendalian dalam periode tertentu usai pencatatan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan kondisi fundamental SWAP sebelum dan sesudah aksi IPO. Data setelah IPO bersifat proforma, mengasumsikan dana hasil IPO masuk sebagai tambahan modal.
*Estimasi redaksi: aset dan ekuitas proforma dihitung dari nilai sebelum IPO ditambah dana bruto hasil IPO (Rp41,99-45,22 miliar), belum dikurangi biaya emisi. Angka aktual di laporan keuangan pasca-IPO bisa sedikit berbeda.
Tabel di atas menunjukkan dua hal penting. Pertama, ekuitas Perseroan melonjak signifik… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 26 Agustus 2026 11:10:27 WIB*