PT Temas Tbk. (TMAS) mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp228 miliar kepada para pemegang saham, menyusul keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada awal Juni 2026. Setiap lembar saham akan mendapatkan jatah Rp4 dari laba bersih tahun buku 2025, dengan nilai total dividen setara sekitar 40% dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu. Kebijakan ini menegaskan konsistensi emiten pelayaran tersebut dalam memberikan imbal hasil secara berkala.
Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, menyatakan bahwa pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memberikan apresiasi kepada pemilik modal. Rasio pembayaran dividen ditetapkan minimal 30% dari laba bersih berjalan jika keuntungan melampaui Rp30 miliar, dan untuk tahun buku 2025 angka 40% telah disetujui dalam rapat formal. Jadwal pencairan dividen akan diumumkan secara terpisah, namun diperkirakan akan masuk ke rekening investor pada semester kedua tahun 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, TMAS membukukan pendapatan jasa Rp4,34 triliun pada 2025, naik tipis 0,1% dibanding tahun sebelumnya. Sektor domestik menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp4,13 triliun, tumbuh 2,5% dari Rp4,03 triliun pada 2024. Namun, laba bersih perusahaan terkoreksi 23,3% menjadi Rp553 miliar, dari sebelumnya Rp722 miliar, akibat faktor seperti ketiadaan pendapatan dari pelepasan aset tetap yang sempat mendongkrak laba di 2024.
Penurunan profitabilitas juga dipicu oleh tekanan pada margin kotor, meskipun permintaan jasa logistik laut dalam negeri masih kuat. Analis pasar melihat bahwa dividen yang dibagikan tetap menarik bagi investor, meskipun laba bersih menurun. Dengan yield dividen sekitar 1,5% berdasarkan harga saham terkini, TMAS dinilai masih mampu menjaga imbal hasil konsisten di tengah tantangan industri pelayaran global. Para pemegang saham diimbau untuk mencermati jadwal cum dividen dan tanggal pembayaran yang akan dirilis perseroan melalui keterbukaan informasi di bursa.