Pada periode 14-28 Agustus 2026, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 590 miliar. Ini merupakan peningkatan dari nilai net buy sebelumnya yang berjumlah Rp 559 miliar pada periode 3-7 Agustus 2026, menurut Investor Daily dan Stockbit Sekuritas. Dengan kontribusi positif dari investor asing ini, BBRI tercatat sebagai penerima net buy saham tertinggi di sektor perbankan nasional selama periode tersebut.
Kondisi ini memicu rotasi kepemilikan saham di sektor perbankan milik pemerintah. Selain BBRI, pada periode yang sama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp 1,53 triliun, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih membukukan net buy asing dengan nilai yang lebih kecil sekitar Rp 180 miliar.
Dalam konteks ini, BBRI terus menunjukkan sentimen positif di mata investor asing. Sebelumnya pada periode 18-22 Agustus 2026, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 3% dan total akumulasi net buy asing mencapai Rp 2,23 triliun. Dalam daftar sepuluh saham paling banyak dibeli oleh investor asing pada periode tersebut, BBRI tercatat sebagai saham kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp 745 miliar, menempatkannya di bawah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatatkan aksi beli senilai Rp 1,27 triliun.
Seiring pergerakan harga, saham BBRI menguat sebesar 2,8% ke level Rp 3.230 pada perdagangan Jumat (21/8/2026), menandai kenaikan mingguan sebesar 3,5% dan bulanan mencapai 6,9%. Daya tarik sektor perbankan nasional terus mendorong nilai saham BBRI yang masih positif dalam jangka panjang. Hendra Wardana, pengamat pasar modal, menilai bahwa BBRI memiliki keunggulan dari sisi likuiditas dan bobot yang besar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBRI
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 26 Agustus 2026 10:00:55 WIB*