IHSG Tembus Level 6.218, Sektor Energi dan Transportasi Pacu Lonjakan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan reli signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026), dengan melonjak 91,47 poin atau 1,49% ke level 6.218,86. Pergerakan indeks berada dalam rentang hijau antara 6.161 hingga 6.264, didorong oleh aksi beli di sejumlah sektor utama. Sebanyak 336 saham berhasil menguat, sementara 316 saham melemah dan 164 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,84 triliun dari 18,85 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Lonjakan IHSG kali ini dipimpin oleh sektor energi yang melesat 3,05%, diikuti sektor transportasi yang menguat 3,01%, serta sektor barang baku naik 2,37%. Sektor keuangan juga berkontribusi positif dengan kenaikan 1,35%, sementara sektor barang konsumsi non-primer mencatat penguatan tipis 0,11%. Beberapa saham bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan masuk daftar top gainers, antara lain saham CUAN dan BREN, menunjukkan optimisme pasar yang tinggi terhadap emiten tertentu.

Dari sisi saham blue chip, indeks LQ45 mencatatkan kenaikan sebesar 1,51%, sejalan dengan penguatan IHSG. Sektor infrastruktur dan barang konsumsi primer masing-masing naik 0,99% dan 0,33%, sementara sektor kesehatan dan perindustrian turut menguat meski dalam laju yang lebih moderat. Kondisi ini mencerminkan sentimen positif yang merata di hampir seluruh sektor, dengan volume perdagangan yang tergolong tinggi.

Di kawasan regional, mayoritas bursa Asia juga mencatatkan penguatan. Indeks Straits Times Singapura naik 0,53%, Shanghai China menguat 0,2%, dan Hang Seng Hong Kong melesat 1,68%. Namun, Nikkei Jepang justru terkoreksi 0,85%, menjadi satu-satunya indeks utama Asia yang melemah pada sesi ini. Pergerakan IHSG yang searah dengan tren global menunjukkan bahwa investor domestik tetap optimis terhadap prospek ekonomi nasional, terutama di sektor energi dan transportasi yang menjadi motor penggerak utama.