Daftar Saham HSC Terbaru 2026: Ada WBSA dan TCPI yang Paling Banyak Dicari

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja memperbarui daftar emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham sangat tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Dalam pengumuman terbaru ini, terdapat tiga nama emiten baru yang masuk ke dalam radar pengawasan otoritas bursa.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO). Masuknya saham-saham ini ke dalam daftar HSC menjadi peringatan penting bagi para pelaku pasar di tanah air.

Pihak manajemen BEI menjelaskan bahwa status HSC tidak berarti perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran hukum di sektor pasar modal. Informasi ini dirilis melalui keterbukaan informasi pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Berdasarkan data yang dihimpun, ketiga emiten baru tersebut memiliki struktur kepemilikan yang sangat didominasi oleh segelintir pihak saja. Hal ini mencakup seluruh jenis saham, baik dalam bentuk warkat maupun non-warkat.

Berikut adalah rincian persentase kepemilikan terkonsentrasi pada ketiga emiten tersebut:

Data ini menunjukkan bahwa porsi saham yang tersedia untuk publik secara bebas tergolong sangat kecil bagi ketiga emiten tersebut. Kondisi ini biasanya memicu perhatian khusus dari otoritas bursa terkait likuiditas transaksi di pasar sekunder.

Sebelum penambahan terbaru ini, beberapa perusahaan besar lainnya sudah lebih dulu masuk dalam kategori High Shareholding Concentration. Di antaranya adalah perusahaan milik konglomerat ternama yang memiliki pengaruh besar terhadap indeks harga saham.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu mencatatkan konsentrasi sebesar 97,31 persen. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Sinar Mas Grup memiliki konsentrasi sebesar 95,76 persen.

Daftar lengkap emiten lainnya yang masuk dalam kategori HSC berdasarkan data per April 2026:

Data di atas merupakan hasil integrasi informasi dari BEI dan KSEI yang memantau pergerakan serta kepemilikan aset di pasar modal. Investor diharapkan tetap waspada dan melakukan analisis mendalam saat bertransaksi pada saham-saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Lulusan Ilmu Ekonomi yang kini mendedikasikan dirinya sebagai jurnalis bisnis. Rangga mengkhususkan diri pada peliputan pergerakan pasar, pengembangan UMKM, dan fluktuasi harga komoditas unggulan daerah seperti timah dan lada. Tulisannya membantu masyarakat dan investor memahami peta ekonomi s… [content truncated]