Dengan penundaan evaluasi oleh Majelis Eksekutif Manajemen (EME) MSCI, diperkirakan akan terjadi penurunan penjualan bersih asing sebesar Rp 84 triliun di pasar saham reguler. Pasar Saham Indonesia mencermati pergerakan unik dalam pola transaksi efek yang di luar kebiasaan (UMA) atas PT Fuji Finance Indonesia Tbk (IDX: FUJI), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (IDX: PACK), dan PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (IDX: BDKR). Pengumuman oleh BEI, yang mencermati pergerakan UMA tersebut, mendesakkan para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, BEI menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS. Sebagai contoh, pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Senin (24/8/2026), saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (IDX: FUJI) terpantau melemah -6,59% atau turun -24 point di harga Rp340 per saham. Sementara saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (IDX: PACK), naik 6,21% atau naik 24 point ke harga Rp410 per saham. Di sisi lain, saham PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (IDX: BDKR) terpantai melemah -1,86% atau turun -3 point di harga Rp158 per saham.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** FUJI, PACK, BDKR
*Tanggal Source Berita: Senin, 24 Agustus 2026 13:22:00 WIB*