PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), entitas usaha hilirisasi alkes dan produk herbal berbasis riset milik Universitas Gadjah Mada (UGM), telah mempersiapkan penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal. IPO ini dinantikan sebagai momentum penting dalam perkembangan SWAP, yang sebelumnya merupakan bagian dari PT Sukadana dalam struktur usaha milik UGM.
SWAP menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, dengan harga penawaran awal berada pada kisaran Rp130-Rp140 per saham. Nilai maksimal dari penawaran umum ini mencapai Rp45,22 miliar. Menyusul penawaran tersebut, SWAP akan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas perusahaan di pasar modal nasional.
IPO SWAP sejalan dengan kinerja yang positif dari perusahaan. Dalam laporan keuangan akhir Juni 2026, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), anak usaha milik UGM dalam bidang perdagangan BBM dan pengelolaan industri JIIPE Gresik, mencatat laba bersih melonjak 21,2% secara tahunan. Pendapatan perusahaan juga meningkat sekitar 44%.
Meskipun IPO SWAP berpotensi menghadapi risiko usaha seperti pemasaran produk dan piutang yang dapat tidak tertagih, manajemen perusahaan memahami potensi dari GeNose, alat skrining cepat untuk mendeteksi infeksi virus Corona. Alat ini dikembangkan oleh para ahli UGM dan merupakan hasil penelitian riset, memberikan SWAP keuntungan dalam bidang kesehatan dan teknologi.
Pada tahun 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah siapkan enam perusahaan calon untuk melantai. Seiring dengan peluncuran IPO SWAP, BEI menciptakan momentum baru bagi pasar modal nasional dan berpotensi memasuki kategori frontier market hingga November 2026.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** SWAP, AKRA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Senin, 24 Agustus 2026 12:50:00 WIB*