Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Pergerakan harga saham emiten perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami lonjakan signifikan seiring dengan meningkatnya isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra, dengan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melonjak 52,74 persen. Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari CORE Indonesia mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hubungan langsung antara kebakaran dan reli saham, melainkan menyoroti faktor kekeringan ekstrem yang memicu penurunan pasokan crude palm oil (CPO) secara global, yang berpotensi mendongkrak harga saham emiten perkebunan. Meski demikian, ia menekankan bahwa dinamika ini rentan dan dampak dari karhutla baru akan terlihat pada kinerja produksi dalam beberapa bulan mendatang.
JAKARTA, AFU.ID – Pergerakan harga saham emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit mendadak melonjak dan menjadi pusat perhatian investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Fenomena ini memicu perdebatan publik karena penguatan harga saham terjadi secara bersamaan dengan kembali mencuatnya isu titik panas (hotspot) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan serta Sumatra.
Berdasarkan data perdagangan sepekan terakhir, lonjakan tertinggi dicatatkan oleh saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang melesat hingga 52,74 persen ke level 3.070. Penguatan signifikan ini disusul oleh saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang melonjak 24,72 persen ke level 111, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang menguat 9,50 persen ke posisi 1.960.
Emiten sawit lainnya juga turut mengoreksi ke atas harga sahamnya secara konsisten sepanjang pekan. Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tercatat naik 7,87 persen ke level 1.440, disusul PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang menguat 5,98 persen ke level 1.595, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang menanjak 5,69 persen hingga menyentuh level 7.900. Sementara itu, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menguat 4,66 persen ke posisi 1.460 dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) turut naik 3,36 persen ke level 615.
Menanggapi fenomena tersebut, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memperingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat langsung antara bencana karhutla dan reli saham emiten sawit. “Saya kira kita perlu hati-hati membaca hubungan antara kebakaran dan kenaikan saham sawit. Pasar sebenarnya tidak sedang merayakan kebakaran. Keduanya lebih tepat … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 22 Agustus 2026 11:56:41 WIB*