Perusahaan mobil listrik China XPeng Inc., yang akan merilis laporan keuangan untuk kuartal kedua (Q2) tahun 2026, mengungkapkan potensi kerugian per saham sebesar $0,06. Meskipun demikian, perusahaan diprediksi mencatatkan pendapatan hingga $3,02 miliar. Ini merupakan tren yang mengejutkan setelah penawaran saham perdana (IPO) XPeng Inc., yang menghasilkan dana sebesar Rp 4,4 triliun pada awal Agustus 2026.
Saat ini, pasar investor global mulai berpandangan dengan skeptisisme terhadap peluang peningkatan aset XPeng. Penurunan harga saham telah ditunjukkan oleh kinerja yang kurang baik dari Saham Tesla dan SpaceX pada awal Agustus. Ini dapat dikaitkan dengan lonjakan valuasi usai penawaran saham perdana SpaceX, di mana investor mulai menunjukkan ketidakmampuan untuk mempertahankan investasinya.
Penurunan ini juga mendorong pelaku pasar untuk mencari alternatif dalam bentuk aset lain seperti Bitcoin. Seperti perusahaan kripto Strategy Inc., yang telah merampingkan ekuisisi Bitcoin dan menghapus cadangan kas sebesar $3 miliar melalui penjualan saham. Penurunan harga Bitcoin yang terjadi saat ini adalah antisipasi atas tekanan inflasi dan geopolitik, menunjukkan bahwa pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan penurunan harga aset digital berharga.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** XPeng Inc.
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 22 Agustus 2026 05:48:35 WIB*