Manajemen perusahaan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), pemilik PT Haji Isam, telah membantah rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Peristiwa ini mengikuti kabar yang menyebar sebelumnya mengenai pertemuan antara Haji Isam dengan pemilik BYAN, Dato’ Low Tuck Kwong, dan Norman Joesoef dari Grup Republik Korpora Indonesia di kawasan tambang Kutai Kartanegara. Rumor tersebut menyebabkan saham BYAN mengalami lonjakan harga sebelumnya, mencapai batas Auto Reject Atas (ARA) pada posisi Rp17.275 per lembar dan meroket 24,88% menjadi Rp2.510 pada asumsi aksi spekulatif di pasar modal. Manajemen BYAN memastikan tidak memiliki dokumen atau data yang mendukung rumor tersebut, sementara manajemen JARR juga menegaskan bahwa operasional perusahaan batu bara masih berjalan dengan normal tanpa terkena dampak dari dinamika harga saham. Kedua emiten tersebut telah memberikan klarifikasi resmi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memadamkan spekulasi dan menjaga transparansi informasi bursa.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BYAN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 21 Agustus 2026 19:59:37 WIB*