Antara Bayar Utang dan Ekspansi: Menakar Efektivitas Rights Issue BUVA

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) bidik dana Rp1,53 triliun lewat rights issue untuk pelunasan utang dan akuisisi kawasan properti resort di Uluwatu Bali

KABARBURSA.COM – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue.

Berdasarkan prospektus di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, emiten pengelolaan hotel ini menawarkan sebanyak 6.154.263.660 saham biasa dengan nilai nominal Rp50 per lembar.

Jumlah saham baru diterbitkan tersebut setara dengan 20,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan rights issue. Adapun, manajemen BUVA menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp250 per saham.

Dengan aksi right issue ini, BUVA berpotensi mengantongi total dana segar mencapai Rp1,53 triliun, atau tepatnya sebesar Rp1.538.565.915.000.

Manajemen BUVA menyampaikan, setiap pemegang empat saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 28 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru.

Adapun tanggal pencatatan di BEI ditetapkan pada 30 September 2026. Sementara periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung dari 1 – 14 Oktober 2026.

PT Nusantara Utama Investama (NUI) selaku pemegang saham utama dan pengendali BUVA dengan total kepemilikan 61,07 persen (15,03 miliar saham), akan memperoleh 3,75 miliar HMETD.

Merujuk surat pernyataan perusahaan pada 27 Juli 2026, NUI menyatakan dukungannya kepada BUVA untuk melaksanakan sebagian HMETD yang dimilikinya, yakni sebanyak 2,40 miliar HMETD.

Apabila masih terdapat sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham, maka sesuai perjanjian jika empat pembeli siaga telah berkomitmen untuk menyerap seluruh sisa saham tersebut.

Keempat pembeli siaga tersebut antara lain PT Tata Tirta Datun dengan komitmen maksimal Rp350 miliar, Ferry Sudjono maksimal Rp388,57 miliar, PT Henan Putihrai Sekuritas maksimal Rp100 miliar, dan Hapsoro maksimal Rp100 miliar.

Sementara itu, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) hingga sebesar 20,00 persen. Manajemen BUVA telah merinci rencana penggunaan dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi.

Manajemen BUVA menyebut, seluruh dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk beberapa keperluan.

Pertama, sebesar Rp420… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 20 Agustus 2026 13:52:00 WIB*