PT Bayan Resources Tbk (BYAN), produsen batu bara terbesar ketiga di Indonesia, mengakui tidak memiliki informasi resmi mengenai rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% sahamnya oleh Jhonlin Grup. Berdasarkan laporan awal yang beredar, perusahaan keluarga Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam (Jhonlin Grup) dikaitkan dengan potensi pengambilalihan BYAN.
Corporate Secretary PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Jenny Quantero, mengatakan bahwa manajemen perseroan tidak mendapatkan informasi resmi seputar rencana tersebut. Namun, beberapa pemegang saham pengendali perusahaan telah menyampaikan kepada mereka bahwa potensi investasi selalu menjadi prioritas dalam mengevaluasi berbagai peluang.
Menurut Jenny, manajemen BYAN tidak memiliki keterlibatan pihak yang terkait dengan transaksi akuisisi tersebut. Selain itu, manajemen juga belum mendapatkan informasi mengenai struktur transaksi atau nilai transaksi yang mungkin dibayarkan oleh Jhonlin Grup.
Diketahui bahwa perusahaan perseroan telah mencatat peningkatan saham sebesar 18,75% setelah beredar rumor tersebut. Namun, manajemen menegaskan bahwa penguatuan saham tersebut tidak memiliki dampak material terhadap operasional maupun kinerja keuangan perseroan.
Kabar ini dinilai sebagai langkah yang positif bagi BYAN untuk mempertahankan statusnya sebagai perusahaan yang transparan dan berkualitas. Dengan manajemen yang berkomitmen untuk menyampaikan semua informasi material kepada publik, investor dapat terus mengamati perkembangan perseroan dengan tenang.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BYAN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Rabu, 19 Agustus 2026 12:25:54 WIB*