Efek Rumor Akuisisi Bayan Resources (BYAN), Saham-saham Haji Isam Meroket

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, sontak memicu efek domino di pasar modal.

Sejumlah saham yang berada dalam ekosistem bisnisnya seperti Jhonlin Agro Raya (JARR), Dana Brata Luhur (TEBE), Pradiksi Gunatama (PGUN), hingga Fast Food Indonesia (FAST) bergerak sangat agresif dan menjadikan tema ekosistem Haji Isam sebagai penggerak utama pasar.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Pendiri Republik Investor Hendra Wardana menilai, harga ini mencerminkan ekspektasi tinggi investor terhadap aksi korporasi kelompok usaha tersebut.

Popularitas Haji Isam di pasar modal sebenarnya bukan fenomena yang muncul tiba-tiba.

Baca juga: Rumor Akuisisi BYAN Bikin Saham Melonjak, Investor Ritel Diminta Waspada

Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi bisnisnya semakin luas, mulai dari perkebunan sawit, biodiesel, pertambangan, jasa logistik hingga bisnis konsumer.

Ketika sejumlah perusahaan yang terafiliasi kemudian tercatat di bursa, pasar memiliki instrumen langsung untuk merefleksikan ekspektasi terhadap ekspansi tersebut.

Apalagi, beberapa saham yang dikaitkan dengan kelompok bisnisnya pernah mencatat kenaikan yang sangat signifikan.

“Hal ini kemudian membentuk persepsi di kalangan investor, setiap aksi korporasi, ekspansi, maupun akuisisi yang dilakukan kelompok usaha Haji Isam berpotensi menjadi katalis besar bagi saham-saham terkait. Efeknya, sentimen positif terhadap satu perusahaan bisa dengan cepat merembet ke perusahaan lain yang dianggap masih berada dalam satu ekosistem,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Data pergerakan saham terbaru memperlihatkan dengan jelas seberapa kuat sentimen tersebut.

JARR berada di level Rp 2.510, naik 24,88 persen dalam sehari, 34,58 persen dalam sepekan, dan 36,04 persen dalam sebulan.

Lalu, saham TEBE terlihat lebih agresif dengan kenaikan harga 22,55 persen dalam sehari, 53,42 persen dalam sepekan, dan 65,52 persen dalam sebulan ke level Rp 1.680.

Saham PGUN berada di level Rp 9.175, naik 19,93 persen dalam sehari, 23,15 persen dalam sepekan, dan 28,32 persen dalam sebulan.

Sementara FAST berada di level harga Rp 520, atau naik 8,79 persen dalam sehari, tetapi secara sebulan sudah melonjak 94,03 persen.

Hendra berpandangan, angka-angka tersebut menunjukkan pasar tidak sekadar memberikan respons terhadap berita harian, tetapi sudah membangun ekspektasi yang cukup besar terhadap saham-saham … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Rabu, 19 Agustus 2026 07:22:00 WIB*