Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
19 Agustus 2026 6:14 WIB·waktu baca 4 menit
Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada Selasa (18/8), dengan saham semikonduktor memimpin penurunan di sektor teknologi.
Ketidakpastian di Timur Tengah mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya pinjaman dan inflasi.
Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 53,30 poin atau 0,69 persen menjadi 7.691,76, sedangkan Nasdaq Composite melemah 355,20 poin atau 1,33 persen menjadi 26.289,71. Keduanya mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 29 Juli. Kemudian Dow Jones Industrial Average turun 116,38 poin atau 0,22 persen menjadi 53.343,40.
Memudarnya harapan akan perdamaian di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, yang kemudian memicu kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun juga menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.
Philadelphia SE Semiconductor Index pun anjlok 5 persen karena investor melepas saham-saham yang sebelumnya menguat berkat tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Kenaikan biaya pinjaman membuat investor menurunkan valuasi yang bersedia mereka bayarkan untuk potensi pertumbuhan laba perusahaan teknologi.
“Ini hampir seperti efek domino. Perundingan gagal. Hal itu menyebabkan harga minyak naik. Kemudian memicu kenaikan ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi pun naik,” kata manajer portofolio di NFJ Investment Group, Burns McKinney.
“Setiap kali imbal hasil obligasi naik, hal itu cenderung memberikan tekanan yang tidak proporsional terhadap saham-saham teknologi,” lanjutnya.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor teknologi informasi menjadi pemberi tekanan terbesar terhadap indeks dan sekaligus mencatatkan penurunan persentase terbesar, yakni 1,9 persen.
Tekanan terbesar terhadap S&P 500 dari saham-saham individual berasal dari perusahaan chip, termasuk produsen chip AI terkemuka Nvidia yang turun 2,3 persen, serta produsen chip memori Micron Technology yang merosot 7 persen setelah sebelumnya melonjak hampir 18 persen dalam lima sesi perdagangan terakhir.
Saham-saham lain yang terkena tekanan cukup besar antara lain perusahaan penyimpanan data Sandisk dan Western Digital, yang masing-masing turun 9 persen dan 7,4 persen. Roundhill Memory ETF anjlok 8,8 persen setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.
“Tidak ban… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Rabu, 19 Agustus 2026 06:14:00 WIB*