Bursa saham Indonesia kembali naik setelah beberapa minggu mengalami penurunan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai sekitar 5.883,88 pada Rabu, 15 Agustus 2026, turun 3,56% dari posisi sebelumnya. Penurunan IHSG disertai dengan aksi jual massal di pasar saham yang mendorong harga saham menanjak.
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terus naik pada perdagangan Jumat (14 Agustus 2026), ditutup di level Rp14.400 per saham, naik sekitar 20% dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh kabar mengenai rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam untuk mengakuisisi 62,2 persen saham BYAN.
Lima emiten milik Haji Isam yang beroperasi di pasar saham mencapai kenaikan signifikan. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,88 persen menjadi Rp2.510 per lembar, sedangkan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 24,73 persen menjadi Rp1.715 per saham.
PT Pratama Guna Nusa Tbk (PGUN) berada pada kenaikan 19,93 persen menjadi Rp9.175 per saham, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik sebesar 10,88 persen menjadi Rp530 per saham, dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berada pada kenaikan 9,46 persen menjadi Rp324 per saham.
Kinerja keuangan paruh pertama tahun 2026 dari emiten milik Haji Isam bervariasi. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) membukukan laba bersih sebesar Rp20 miliar, sedangkan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan kerugian sebesar Rp57 miliar.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** JARR, TEBE, PGUN, FAST, PACK
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Selasa, 18 Agustus 2026 19:23:00 WIB*