Saham gagal menembus angka 1.800 poin; apa yang akan terjadi minggu depan?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Setelah tiga sesi perdagangan berturut-turut di awal pekan dengan fluktuasi sempit dan likuiditas rendah, tekanan jual mulai meningkat dalam dua sesi terakhir. Di akhir pekan, VN-Index turun 2,2%, menjadi 1.729 poin.

Yang perlu diperhatikan, VN-Index turun di bawah 1.775 poin, yang sesuai dengan rata-rata pergerakan 200 hari, sementara VN30 gagal melampaui angka psikologis 1.900 poin. Perkembangan ini menunjukkan bahwa tekanan jual kembali terjadi setelah periode pemulihan yang dimulai pada akhir Juli.

Salah satu berita penting bagi pasar adalah pertemuan Perdana Menteri pada tanggal 13 Agustus dengan Bank Negara Vietnam dan lembaga kredit, yang menyerukan pengurangan suku bunga pinjaman secara signifikan. Informasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di pasar bahwa keuntungan sektor perbankan akan tertekan jika suku bunga pinjaman turun dengan cepat tetapi suku bunga deposito kemungkinan tidak akan turun secara bersamaan. Seiring dengan menyempitnya selisih antara kedua suku bunga tersebut, keuntungan yang diperoleh bank dari kegiatan pinjaman juga akan terpengaruh.

Selain itu, investor juga khawatir tentang risiko kualitas aset dalam beberapa kuartal mendatang jika kredit murah dicairkan dengan cepat. Oleh karena itu, tekanan jual sangat terkonsentrasi di sektor perbankan, kemudian menyebar ke banyak kelompok saham berkapitalisasi besar.

Saham-saham grup Vingroup juga menghadapi tekanan signifikan. VIC, VHM, dan VRE saja telah mengurangi lebih dari 15 poin dari VN-Index. Investor asing juga kembali melakukan penjualan bersih yang kuat dengan nilai sekitar 2.186 miliar VND di HoSE sepanjang minggu, dengan hampir 874 miliar VND hanya pada sesi perdagangan terakhir.

Luasnya pergerakan pasar jelas condong ke arah penurunan. Saham-saham di sektor properti, teknologi, telekomunikasi, baja, pupuk, kimia, penerbangan, farmasi, dan asuransi semuanya mengalami koreksi. Sementara itu, beberapa saham di sektor karet, kawasan industri, tekstil, pelabuhan, dan ritel mempertahankan momentum kenaikan. Likuiditas sedikit menurun, menunjukkan aliran modal yang lebih hati-hati dan peningkatan divergensi pasar.

Dari sisi positif, prospek keuntungan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham tetap cukup cerah. Menurut tim analisis Thien Viet Securities Company (TVS), laba setelah pajak di seluruh pasar pada kuartal kedua meningkat sebesar 49,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lebih tinggi dari peningkatan 36,4% pada kuartal pertama. Bahkan tanpa memp… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 16 Agustus 2026 17:02:19 WIB*