Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
BREN naik 3,48 persen sepekan ke Rp3.570. Simak katalis MSCI, kinerja semester I, teknikal, support-resistance, dan peluang saham BREN pekan depan.
KABARBURSA.COM – Sektor infrastruktur menjadi salah satu penguat utama pasar saham sepanjang perdagangan 10–14 Agustus 2026. IDXINFRA menguat 4,95 persen dalam sepekan, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi salah satu saham yang menopang pergerakan indeks tersebut.
BREN ditutup pada Rp3.570 per saham pada Jumat, 14 Agustus, dengan kenaikan mingguan sekitar 3,48 persen.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp477 triliun, BREN merupakan salah satu emiten terbesar di sektor infrastruktur. Karena itu, perubahan harga BREN memiliki pengaruh cukup besar terhadap pergerakan indeks sektoral.
Kenaikan BREN sepanjang pekan juga berlangsung dengan volatilitas tinggi, terutama ketika pasar menunggu perkembangan terkait MSCI dan merespons kinerja keuangan semester I 2026.
Pergerakan paling mencolok terjadi pada Rabu, 12 Agustus. BREN melonjak 13,29 persen dengan volume transaksi mencapai sekitar 108 juta saham. Lonjakan tersebut terjadi bertepatan dengan perhatian pasar terhadap pengumuman MSCI August 2026 Index Review yang memang dijadwalkan pada 12 Agustus.
MSCI kemudian mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dan tidak menambahkan saham domestik baru ke Global Standard Index. BREN sendiri tidak kembali menjadi bagian dari Global Standard karena sebelumnya telah dikeluarkan dalam review Mei 2026.
Artinya, sentimen MSCI pada pekan tersebut lebih tepat dibaca sebagai faktor pembentuk ekspektasi dan volatilitas, bukan perubahan fundamental baru terhadap posisi BREN dalam indeks global.
BREN sebelumnya memang masuk dalam kelompok saham dengan high shareholding concentration atau HSC. MSCI telah menerapkan kebijakan untuk menghapus saham yang ditetapkan masuk dalam kerangka HSC, sementara Indonesia juga masih dikenai pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares.
Di tengah isu tersebut, fundamental BREN memberikan penopang lain. Perseroan membukukan pendapatan USD334 juta pada semester I 2026, tumbuh 11,5 persen secara tahunan.
EBITDA mencapai USD293 juta atau naik 13,1 persen, sedangkan laba bersih setelah pajak meningkat 29 persen menjadi USD106 juta. Perseroan menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh operasi panas bumi yang stabil, pembangkitan tenaga angin yang kuat, serta penurunan biaya pembiayaan setelah optimalisasi struktur modal.
Kinerja itu menjadi faktor… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Minggu, 16 Agustus 2026 14:03:00 WIB*