Emiten pakan ternak dan unggas terbesar di Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar total Rp2,95 triliun kepada para pemegang sahamnya. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Mei 2026, dengan nilai dividen per saham mencapai Rp180. Dengan demikian, setiap investor yang memiliki satu lot saham CPIN (100 lembar) akan menerima dana segar sebesar Rp18.000 sebelum dipotong pajak.
Corporate Secretary Perseroan, Hadijanto Kartika, mengonfirmasi bahwa jadwal cum dividen saham telah ditetapkan pada Selasa, 2 Juni 2026. Pembagian dividen ini merupakan alokasi laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2025, yang mencerminkan kinerja operasional yang solid di tengah volatilitas harga komoditas dan permintaan domestik yang masih tumbuh.
Menariknya, harga saham CPIN justru mengalami koreksi signifikan menjelang pengumuman dividen. Pada perdagangan Jumat, 26 Mei 2026, saham CPIN ditutup melemah 4,69% atau turun 210 poin ke level Rp4.270 per lembar. Penurunan ini secara tidak langsung mengerek yield dividen saham CPIN menjadi 4,27%, atau hampir dua kali lipat dari rata-rata bunga deposito bank umum yang saat ini berada di kisaran 2%.
Kendati imbal hasil yang menggiurkan, investor tetap diingatkan untuk mewaspadai risiko dividen trap atau jebakan dividen. Pasalnya, dalam sebulan terakhir, saham CPIN telah mencatatkan penguatan sebesar 4,40% atau naik 180 poin, sehingga potensi aksi ambil untung pasca-cum dividen perlu dicermati secara hati-hati. Analis pasar menyarankan para investor untuk mencermati fundamental perusahaan dan prospek industri unggas ke depan sebelum mengambil keputusan investasi.