Saham Emiten Emas Ada Target Harga Baru, Potensi Cuan Hampir 50%

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten manufaktur dan perdagangan emas, diperkirakan tetap mencatatkan pertumbuhan laba kuat pada 2026 dan 2027, meski permintaan emas melambat pada kuartal II-2026. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham HRTA dengan target harga baru.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim dan Sabela Nur Amalina memperkirakan laba Hartadinata Abadi tumbuh 39,8% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2026. Kemudian, pertumbuhan laba pada 2027 diproyeksikan mencapai 26,7% yoy.

Proyeksi itu tetap positif, meskipun BRI Danareksa Sekuritas memangkas estimasi laba bersih emiten emas berkode saham HRTA tersebut pada 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 10,2% dan 11,1%.

“Revisi terutama mencerminkan penurunan asumsi volume penjualan emas 2026 sebesar 5%, sedangkan asumsi volume 2027 tidak berubah,” tulis Christy dan Sabela dalam risetnya, dikutip pada Minggu (16/8/2026).

Permintaan emas nasional pada kuartal II-2026 melandai menjadi 17 ton, turun dari 27 ton pada kuartal I-2026, berdasarkan data Gold Council. Penurunan terjadi ketika harga emas melemah dan momentum pembelian yang kuat pada kuartal sebelumnya mulai mereda.

Kondisi tersebut ikut tercermin pada penjualan emas HRTA. Volume penjualan perusahaan turun menjadi 5,17 ton pada kuartal II-2026 dari 7,83 ton pada kuartal I-2026.

Setelah kinerja kuartal II lebih lemah, menurut Christy, manajemen HRTA menargetkan volume penjualan emas 2026 sebesar 25-28 ton. Target pertumbuhan pendapatan juga diturunkan menjadi 40%-60% yoy dari sebelumnya 60%-80%, dengan sasaran margin laba bersih 2%.

Kendati demikian, manajemen masih berhati-hati sekaligus optimistis terhadap prospek harga emas. Ketidakpastian geopolitik, potensi pelonggaran kebijakan moneter, serta permintaan bank sentral yang berlanjut menjadi sejumlah faktor penopang harga emas.

BRI Danareksa Sekuritas juga menurunkan asumsi harga emas 2026 menjadi US$ 4.289 per oz. Harga emas kemudian diproyeksikan meningkat menjadi US$ 4.463 per oz pada 2027. Margin HRTA ditaksir kembali pulih secara moderat pada 2027.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

*Tanggal Source Berita: Minggu, 16 Agustus 2026 11:01:28 WIB*