Bursa saham Amerika Serikat membukukan penguatan pada awal pekan ini, didorong oleh aksi beli masif di sektor teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik tipis 46,52 poin (0,1 persen) ke level 51.078,88, sementara S&P 500 menguat 19,9 poin (0,26 persen) menjadi 7.599,96. Indeks komposit Nasdaq bahkan melesat 114,19 poin (0,42 persen) ke posisi 27.086,81, menandai optimisme investor terhadap inovasi teknologi terkini.
Katalis utama penguatan ini adalah peluncuran chip generasi baru hasil kolaborasi strategis antara Microsoft dan Nvidia. Chip tersebut dirancang untuk membawa kemampuan kecerdasan buatan (AI) langsung ke komputer pribadi, sebuah terobosan yang langsung mendapat respons positif pasar. Saham Nvidia melonjak hingga 6,3 persen, sementara Microsoft tercatat naik 2,3 persen. Sektor teknologi S&P 500 secara keseluruhan melesat 2,5 persen, diikuti oleh sektor energi sebagai satu-satunya sektor lain yang turut menguat.
Di level subsektor, saham-saham perusahaan perangkat lunak menjadi primadona dengan kenaikan indeks sebesar 4,3 persen. ServiceNow dan IBM masing-masing melambung 9,2 persen dan 7,6 persen. Di segmen semikonduktor, indeks Philadelphia SE Semiconductor menguat 1,1 persen, dengan saham Micron menembus rekor harga di atas US$1.000 per saham setelah melonjak 6,6 persen.
Sementara itu, pelemahan terjadi di sektor lain seperti utilitas yang menjadi pimpinan koreksi. Nilai tukar dolar AS menguat 0,2 persen, menekan harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus 2026 yang turun 1,7 persen menjadi US$4.514,95 per ons. Di Eropa, bursa saham justru melemah dengan indeks STOXX 600 turun 0,8 persen, dipengaruhi oleh tertundanya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang menekan sentimen investor.