Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound setelah turun sebelumnya, mencapai level 6.401,89 pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2026). Kenaikannya setara dengan 100,12 poin dari posisi peringkat pertama.
Pergerakan tersebut dipicu oleh rencana mega-akuisisi saham mayoritas PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Dato Low Tuck Kwong oleh pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam. Rencana ini melibatkan Jhonlin Group sebagai pemegang saham mayoritas BYAN.
Harga saham BYAN juga melejit sebesar 20 persen menjadi Rp14.400 pada penutupan perdagangan Jumat tersebut, menyebabkan nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut bertumbuh menjadi Rp480 triliun.
Sentimen positif yang tercipta akibat rencana mega-akuisisi ini dipantik oleh aspek fundamental BYAN, seperti laporan keuangan yang cukup moncer. Dalam periode pertama tahun 2026, perusahaan batu bara tersebut mampu menorehkan catatan positif.
Pembentukan peta kepemilikan baru di BYAN juga dipastikan akan berdampak positif kepada emiten terafiliasi Jhonlin Group. Ini diprediksi akan menyebabkan harga saham mereka bakal semakin melejit.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BYAN
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 15 Agustus 2026 22:53:00 WIB*