Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melesat 20 persen hingga menyentuh level Rp 14.400 per lembar pada perdagangan Jumat (14/8/2026), seiring dengan aksi beli bersih oleh investor asing yang mencatatkan nilai net buy sebesar Rp 2,01 miliar. Lonjakan harga saham emiten batu bara tersebut diiringi peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan. Seperti dilansir dari Investor Daily, sebanyak 1,27 juta saham BYAN ditransaksikan dengan frekuensi 984 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 17,20 miliar.
Volume transaksi harian tersebut melonjak drastis jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Kamis (13/8/2026). Pada hari itu, volume perdagangan saham BYAN tercatat hanya sebesar 10,1 ribu saham dengan total nilai transaksi Rp 121,28 juta.
Peningkatan kinerja saham ini terjadi di tengah kepemilikan mayoritas perusahaan yang masih dipegang oleh konglomerat Low Tuck Kwong. Per 31 Juli 2026, Low Tuck Kwong tercatat masih menguasai 40,25 persen saham perseroan.
Dari sisi kinerja keuangan, Bayan Resources membukukan pendapatan sebesar US$ 1,74 miliar sepanjang semester I-2026. Capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$ 1,62 miliar. Pertumbuhan pendapatan tersebut juga mendorong kenaikan pada perolehan laba bersih perseroan. Laba bersih BYAN pada semester I-2026 tercatat naik menjadi US$ 410,25 juta dari sebelumnya US$ 349,24 juta pada semester I-2025.
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 15 Agustus 2026 19:24:46 WIB*