Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) berencana mengakuisisi saham 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit yang selama ini dioperasikan perseroan dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT), dengan perkiraan nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun.
Manajemen SILO dalam keterbukaan informasi Jumat (14/8/2026) menyebutkan transaksi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup akuisisi 100% saham pada delapan perusahaan, sedangkan tahap kedua mencakup enam perusahaan yang akan dilaksanakan apabila pemegang opsi jual mengeksekusi haknya.
“Total nilai rencana transaksi ditetapkan sebesar Rp6,91 triliun. Nilai tersebut berasal dari nilai properti yang menjadi objek transaksi tahap pertama sebesar Rp5,12 triliun dan tahap kedua Rp3,88 triliun, setelah dikurangi komitmen belanja modal serta penyesuaian aset dan liabilitas bersih sebesar Rp2,09 triliun,” jelas manajemen SILO.
Rencana transaksi tersebut tergolong transaksi material karena nilainya setara dengan 67,57% dari ekuitas SILO per 31 Maret 2026 yang mencapai Rp10,23 triliun. Oleh karena itu, perseroan wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan digelar pada 22 September 2026.
Pada tahap pertama, 8 perusahaan yang akan diakuisisi memiliki properti Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Siloam Hospitals Purwakarta, Siloam Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals Denpasar, Siloam Hospitals Kupang, Siloam Hospitals Baubau, dan Siloam Hospitals Manado.
Sementara itu, tahap kedua mencakup 6 aset seperti Siloam Hospitals Labuan Bajo, Siloam Hospitals TB Simatupang, Siloam Hospitals Makassar, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dan Siloam Hospitals Yogyakarta. Untuk Yogyakarta, SILO akan mengakuisisi 100% saham Seri A atau setara 31,7% dari modal ditempatkan dan disetor PT Yogya Central Terpadu.
Manajemen SILO menjelaskan akuisisi tersebut merupakan langkah strategis karena 14 rumah sakit yang menjadi objek transaksi selama ini merupakan aset yang disewa perseroan dari entitas anak First REIT.
Dalam struktur sewa saat ini, beban sewa terdiri atas sewa dasar dan komponen variabel yang dikaitkan dengan pendapatan rumah sakit, sehingga peningkatan kinerja rumah sakit turut meningkatkan beban sewa.
Melalui akuisisi, SILO menilai perseroan dapat memperoleh kendali penuh atas aset, menyelarask… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 15 Agustus 2026 06:38:04 WIB*