EinsNews, JAKARTA – Pasar saham Indonesia masih tertekan berat. Hingga akhir Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bertengger di level 6.127,38 atau telah ambles 29,14% sejak awal tahun. Penurunan ini mencerminkan minimnya minat investor dan ketidakpastian ekonomi global yang berkepanjangan.
Salah satu indikator paling jelas dari lesunya pasar adalah hampir tidak adanya aksi initial public offering (IPO) sepanjang 2026. Baru satu perusahaan yang tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan nilai emisi hanya Rp 304 miliar. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya saat puluhan perusahaan berebut pendanaan melalui pasar modal.
Minimnya suntikan likuiditas dari IPO memperparah tekanan di pasar sekunder. Investor cenderung wait and see, menunggu sinyal pemulihan ekonomi dan kebijakan yang lebih kondusif. Para analis memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, potensi pemulihan IHSG akan tertunda dan target penggalangan dana perusahaan tahun ini sulit tercapai. Pemerintah dan regulator perlu mencari terobosan untuk mengembalikan gairah pasar modal.