Berkshire Hathaway kembali memperkuat portofolio investasinya di sektor properti Amerika Serikat melalui akuisisi pengembang rumah Taylor Morrison Home senilai US$6,8 miliar. Dalam kesepakatan yang diumumkan awal pekan ini, Berkshire akan membayar US$72,50 per saham secara tunai, mencerminkan premi 24 persen di atas harga penutupan saham Taylor Morrison pada akhir Mei. Nilai transaksi termasuk utang perusahaan mencapai sekitar US$8,5 miliar, menjadikannya salah satu langkah strategis terbesar di bawah kepemimpinan Greg Abel, penerus Warren Buffett yang resmi menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway pada awal tahun lalu.
Meski bernilai miliaran dolar, akuisisi ini tergolong kecil bagi Berkshire yang saat ini mengantongi kas hampir US$400 miliar. Langkah ini menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek pemulihan pasar perumahan AS yang sempat tertekan oleh tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan masalah keterjangkauan harga. Dengan memanfaatkan likuiditas yang sangat besar, Berkshire mengambil posisi kontrasiklikal untuk menangkap permintaan yang tertunda di sektor tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Greg Abel menjelaskan bahwa Taylor Morrison merupakan perusahaan pembangunan rumah nasional terbaik di kelasnya dengan tim manajemen yang kuat dan reputasi tepercaya dalam pengalaman pelanggan. Ia berharap ke depannya dapat menyatukan operasi pembangunan rumah di lokasi milik Berkshire ke dalam platform gabungan yang lebih efisien. “Kami ingin mewujudkan impian kepemilikan rumah bagi lebih banyak warga Amerika,” ujar Abel.
Akuisisi ini memperkuat posisi Berkshire di sektor properti yang sudah mencakup Clayton Homes, salah satu produsen rumah prefabrikasi terbesar di AS, sejumlah perusahaan bahan bangunan, serta jaringan broker properti Berkshire Hathaway HomeServices. Para analis menilai bahwa langkah ini merupakan taruhan bahwa siklus perumahan akan berbalik dan permintaan yang tertahan selama periode suku bunga tinggi akan segera terlepas, sehingga memberikan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi konglomerasi investasi tersebut.