Dividen BUMN Diproyeksi Prabowo Rp200 Triliun, Cek Daftar Emiten BUMN Paling Royal

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada negara kembali meningkat pada 2026 hingga mencapai Rp200 triliun tanpa disertai penyertaan modal negara (PMN).

Proyeksi tersebut turut menjadi sorotan bagi investor pasar modal, khususnya pada sejumlah saham BUMN yang dikenal masuk dalam indeks IDX High Dividend 20, yang berisi saham-saham dengan karakter pembagian dividen kepada pemegang saham.

“Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun, tanpa ada PMN,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, apabila memperhitungkan dividen secara neto setelah dikurangi PMN, terjadi peningkatan hampir empat kali lipat dalam periode 2024 hingga 2026.

“Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan 4x lebih besar,” ujarnya.

Prabowo mencatat dividen BUMN yang disetorkan kepada negara pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun. Angka tersebut meningkat 67% dibandingkan dengan setoran dividen pada 2024.

“Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67% dari tahun 2024,” kata dia.

Namun, Prabowo menilai kinerja dividen BUMN lebih tepat dilihat secara neto setelah memperhitungkan PMN yang diberikan pemerintah melalui APBN kepada perusahaan negara pada tahun yang sama.

“Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan tersebut, dividen BUMN setelah dikurangi PMN pada 2024 mencapai Rp53 triliun.

“Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp53 triliun,” kata Prabowo.

Angka tersebut kemudian meningkat tajam pada 2025. Dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat mencapai Rp138 triliun atau melonjak 160% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp138 triliun, atau naik 160%,” ujarnya.

Seiring dengan proyeksi kenaikan setoran dividen BUMN hingga Rp200 triliun pada 2026, sejumlah saham BUMN yang masuk dalam indeks IDX High Dividend 20 turut menjadi perhatian.

Indeks tersebut dikenal berisi saham-saham yang memiliki karakter pembagian dividen, sehingga menjadi salah satu perhatian investor yang memburu saham dengan potensi dividen.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maup… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 14 Agustus 2026 11:48:26 WIB*