Mengapa Lo Kheng Hong Kembali Borong Saham PGN (PGAS)?

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA – Lo Kheng Hong kembali mencuri perhatian pasar setelah terus memperbesar kepemilikannya di saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).

Lo Kheng Hong diam-diam telah memborong saham PGAS dalam dua bulan terakhir.

Tercatat, jumlah saham PGAS yang dipegang oleh Lo Kheng Hong mengalami kenaikan secara bulanan pada Juni 2026 dan Juli 2026.

Pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu juga masih menempel BlackRock Inc. di daftar pemegang saham PGAS terbesar per akhir bulan lalu.

Ketika dihubungi, Lo Kheng Hong membeberkan alasan rajin menambah kepemilikan saham PGAS dalam beberapa bulan terakhir.

Pak Lo, sapaan akrabnya, menyebut saham PGAS masih dibanderol dengan valuasi terdiskon. Harga saham emiten BUMN itu menurutnya telah banyak mengalami penurunan.

“Harga sahamnya turun banyak dari Rp2.450 di bulan Maret 2026,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (13/8/2026).

Bahkan, Lo Kheng Hong sempat mengungkap harga pembelian saham PGAS pada Juni 2026.

“Saya membelinya [saham PGAS] di Rp1.425 di bulan Juni,” imbuhnya.

Lo Kheng Hong turut menggambarkan saat ini saham PGAS dibanderol dengan nilai PER 5,87 kali. Selanjutnya, nilai PBV sebesar 0,75 kali.

“Betul [saham PGAS sedang diskon],” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi borong saham PGAS oleh Lo Kheng Hong berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu kembali memperkuat cengkeramannya.

Teranyar, data menunjukkan Lo Kheng Hong memegang 219,87 juta lembar saham PGAS per akhir Juli 2026. Jumlah itu bertambah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Lo Kheng Hong tercatat memegang 204.879.200 lembar saham PGAS per akhir Juni 2026. Kepemilikan itu setara dengan 0,85%.

Jumlah saham PGAS yang dipegang Lo Kheng Hong itu juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau akhir Mei 2026.

Dalam catatan Bisnis, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu masih memegang  196,76 juta lembar saham PGAS atau setara dengan 0,81%.

Sampai dengan akhir Juli 2026, Lo Kheng Hong menempati posisi kedelapan pemegang saham PGAS terbesar. Posisi itu satu tingkat di bawah BlackRock Inc. dengan kepemilikan 1,06% hingga akhir periode yang sama.

Dari kepemilikan saham PGAS, Lo Kheng Hong telah menikmati guyuran dividen.

Lo Kheng Hong membenarkan akan menerima jatah dividen puluhan miliar dari PGN tahun ini.

“Betul [jatah dividen PGN 2026] Rp24,75 miliar. Yield-nya oke,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Senin (… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 13 Agustus 2026 08:03:28 WIB*