Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melanjutkan langkah ekspansi di bidang pertambangan emas dan tembaga. DEWA melalui entitas anaknya, PT Gayo Mineral Resources (GMR) sedang menggarap pekerjaan lapangan (field work) untuk tahap kedua eksplorasi tambang emas dan tembaga yang berlokasi di Gayo Lues, Aceh.
Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen mengungkapkan bahwa eksplorasi tambang emas dan tembaga GMR dibagi ke dalam tiga tahap. Saat ini progres proyek sedang mengerjakan field work untuk tahap kedua, dan tahap ketiga diharapkan selesai pada tahun 2027.
Namun, Ricardo belum membeberkan detail nilai investasi maupun jadwal dan target produksi di proyek ini.
“Agar lebih optimal dan komprehensif, nilai investasi dan target produksi dapat disampaikan ketika proses eksplorasi tahap ketiga dan seluruh kajian selesai, sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi yang ada,” kata Ricardo kepada Kontan.co.id, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Bisnis Kuliner Berbasis Mi Masih Berkembang, Bakmi dan Ramen Berebut Pasar
GMR mempunyai konsesi dengan luas 34.500 hektare. Salah satu dari beberapa deposit area yang sudah diidentifikasi berdasarkan eksplorasi tahap pertama berada di Tengkereng Atas.
Berdasarkan valuasi yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJJP), nilai aset proyek tambang emas dan tembaga tersebut mencapai nilai gross sekitar Rp 7 triliun.
Dari sisi valuasi, nilainya masih akan bergantung pada hasil eksplorasi serta tambahan sumber daya dan cadangan yang nantinya dapat dikonfirmasi. Pengembangan infrastruktur, mine development, dan processing plant akan dilakukan pada tahapan berikutnya setelah eksplorasi tahap ketiga selesai dan kebutuhan investasinya telah ditetapkan.
“GMR masih berada dalam tahap eksplorasi dan merupakan proyek greenfield. Untuk saat ini, Perseroan belum dapat menyampaikan estimasi kebutuhan capex hingga GMR berproduksi karena proses eksplorasi dan studi kelayakan masih berjalan. Terkait target produksi, Perseroan akan menyampaikan informasinya kepada publik pada waktunya,” kata Ricardo.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa DEWA akan menjajaki peluang untuk menghimpun dana di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) GMR. Aksi korporasi tersebut menjadi salah satu opsi pendanaan untuk mengembangkan tambang emas dan tembaga yang digarap oleh GMR.
Merespons kabar tersebut, Ricardo menegaskan bahwa DEWA masih… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Selasa, 11 Agustus 2026 12:27:41 WIB*