Investor ritel serbu IPO Unitree, oversubscribed hingga 8.000 kali

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
JAKARTA – Perusahaan robot asal China, Unitree, mencatat permintaan lebih dari 8.000 kali dari investor ritel dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai US$900 juta di Bursa Shanghai.

Seperti dikutip Reuters, dalam keterbukaan informasi pada Senin (10/8), Unitree menyebut tingkat keberhasilan investor ritel memperoleh saham hanya sekitar 0,018%. Perusahaan kemudian mengalihkan sebagian saham dari porsi investor institusi kepada investor ritel melalui mekanisme clawback.

Peluang investor ritel mendapatkan saham Unitree tersebut lebih rendah dibandingkan mayoritas IPO di China sepanjang tahun ini. Tingginya permintaan mencerminkan kuatnya minat investor terhadap sektor robotika dan teknologi.

“Unitree secara strategis penting bagi Tiongkok. Robot humanoidnya akan menantang Optimus milik Elon Musk,” kata Wen Hao, investor senior di Hangzhou, kota tempat Unitree bermarkas.

“Saya perkirakan stoknya akan berlipat ganda beberapa kali lipat saat debut,” ujarnya.

Unitree akan menjadi produsen robot humanoid pertama di China yang mencatatkan sahamnya di bursa domestik. Perusahaan tersebut bersaing dengan Tesla dan Boston Dynamics dalam pengembangan robot humanoid.

Unitree menetapkan harga IPO sebesar 150,80 yuan atau sekitar US$22,36 per saham pada pekan lalu. Harga tersebut memberikan valuasi perusahaan lebih dari 60 miliar yuan.

“Valuasi IPO yang relatif tinggi dapat menarik perhatian pasar terhadap nilai komersial industri robotika,” tulis SWS Research dalam catatan risetnya.

“Hal ini berpotensi mengarah pada penetapan harga ulang saham-saham terkait robotika,” lanjut lembaga tersebut.

Namun, tidak semua investor melihat prospek Unitree secara optimis. Sejumlah investor menyoroti risiko valuasi yang tinggi serta aksi penjualan saham teknologi yang terjadi baru-baru ini.

“IPO itu mahal, dan risiko investasinya sudah cukup tinggi,” kata Wang Zhuo, partner Shanghai Zhuozhu Investment Management.

“Unitree menghasilkan sebagian besar penjualannya dari penelitian dan demonstrasi, namun penerapannya secara lebih luas masih jauh,” katanya.

Berdasarkan harga IPO, Unitree memiliki valuasi sekitar 219 kali laba bersih 2025 dan 36 kali penjualan. Valuasi tersebut menunjukkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi terhadap bisnis robotika perusahaan.

Unitree juga memiliki pasar penting di Amerika Serikat. Namun, perusahaan telah memperingatkan adanya risiko geopolitik, termasuk potensi pembatasan penjualan oleh pemerintah AS.

Xiangcai Se… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Selasa, 11 Agustus 2026 12:00:00 WIB*