Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan hingga akhir 2026.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan ekspansi jaringan dan implementasi spektrum 700 MHz menjadi salah satu katalis positif bagi emiten menara hingga akhir 2026.
“Peningkatan kinerja MTEL, TBIG, dan TOWR pada semester I/2026 terutama didorong oleh masih tingginya pertumbuhan trafik data yang mendorong operator seluler menambah kapasitas jaringan,” kata Sukarno, Kamis (6/8/2026).
Menurut Sukarno, kenaikan tenancy ratio juga menjadi faktor utama yang menopang kinerja emiten menara. Peningkatan tenancy ratio mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan EBITDA dengan tambahan biaya yang relatif rendah.
Selain bisnis menara konvensional, ekspansi bisnis infrastruktur digital seperti fiber optic, distributed antenna system (DAS), small cell, dan layanan pendukung jaringan juga menjadi sumber pendapatan baru bagi emiten menara.
Di sisi lain, konsolidasi operator seluler menjadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) berpotensi memberikan dampak positif bagi emiten menara. Menurut Sukarno, operator yang lebih besar dan memiliki kondisi finansial lebih sehat akan memiliki kapasitas investasi jaringan yang lebih kuat.
Sukarno menilai konsolidasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan kolokasi dan modernisasi base transceiver station (BTS), sehingga dapat menjadi katalis tambahan bagi emiten menara.
Adapun untuk paruh kedua 2026, Sukarno menilai MTEL memiliki prospek paling menarik dibandingkan TBIG dan TOWR.
“MTEL memiliki posisi strategis sebagai mitra utama Telkomsel yang berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari ekspansi jaringan dan implementasi spektrum 700 MHz,” ujarnya.
Sementara itu, TOWR berada di posisi berikutnya berkat diversifikasi bisnis ke fiber dan infrastruktur digital. Di sisi lain, TBIG tetap memiliki fundamental yang solid dengan margin EBITDA tertinggi, meskipun ruang pertumbuhannya relatif lebih moderat dibanding MTEL dan TOWR.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
*Tanggal Source Berita: Senin, 10 Agustus 2026 12:31:52 WIB*