Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Jakarta, CNBC Indonesia -Pasar modal Indonesia merayakan ulang tahunnya pada hari ini. Selama sejarah panjang pasar modal, ada emiten yang tak pernah absen membagi doviden.
Pasar modal Indonesia genap berusia 49 tahun pada 10 Agustus 2026. Namun, usia tersebut bukan berarti sejarah pasar modal RI baru dimulai pada 1977. Jejaknya telah mencapai lebih dari satu abad, sejak bursa efek pertama berdiri di Batavia pada Desember 1912.
Setelah sempat beberapa kali terhenti akibat perang, perubahan kekuasaan, nasionalisasi perusahaan Belanda, serta gejolak ekonomi-politik, pemerintah kembali mengaktifkan pasar modal pada 10 Agustus 1977.
Momentum tersebut ditandai dengan pencatatan saham PT Semen Cibinong, yang kini menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).
Perjalanan kemudian berlanjut dengan swastanisasi Bursa Efek Jakarta pada 13 Juli 1992, sebelum BEJ bergabung dengan Bursa Efek Surabaya pada 2007 dan melahirkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, pasar modal merupakan ekosistem yang mempertemukan emiten, investor, regulator, dan lembaga penunjang, sedangkan BEI merupakan penyelenggara perdagangan efek di dalam ekosistem tersebut.
Dalam strategi investasi jangka panjang, dividen tunai merupakan salah satu indikator penting kesehatan finansial sebuah perusahaan. Konsistensi pembagian dividen seringkali menjadi pertimbangan utama bagi investor yang mengutamakan arus kas pasif dibandingkan sekadar fluktuasi harga saham jangka pendek.
Berdasarkan data historis Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditarik hingga awal tahun 1990-an, terdapat perbedaan pola pembagian dividen pada sejumlah emiten berkapitalisasi besar (big cap).
Dua emiten tercatat memiliki rekam jejak pembagian dividen yang tidak terputus sejak tahun 1992, sementara beberapa perusahaan besar lainnya sempat menghentikan distribusi laba akibat dampak Krisis Moneter 1998.
Data menunjukkan bahwa PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan dua emiten yang konsisten membagikan dividen tunai setiap tahunnya selama lebih dari tiga dekade terakhir, termasuk melewati periode krisis ekonomi 1997-1998 serta melintasi jaman dari Era Soeharto, BJ Habibie, Megawati, Gus Dur, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo hingga Prabowo Subianto.
Sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional, SMGR (dahulu Semen Gresik) mempertahankan kebijakan pembagian dividen yang disiplin sejak tahun 1992. Ketahanan arus kas perusahaan ini teruji saat krisis 1998, di mana per… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Senin, 10 Agustus 2026 13:18:05 WIB*